
Hari Minggu lalu saya mulai membersihkan akuarium yang selama ini teronggok di sudut belakang rumah. Awalnya malas sebenarnya, karena kalau akuarium itu saya isi lagi, saya sudah membayangkan: mau tidak mau saya harus membersihkannya secara berkala. Sebab kalau tidak, bisa-bisa rumah dipenuhi bau amis tak sedap dari penghuninya (penghuni akuarium, tentu—bukan penghuni rumah). Namun saya juga kangen dengan makhluk kecil yang berenang-renang lucu di dalam air dan mampu menyuguhkan atraksi yang unik.
Ikan hias yang saya pelihara adalah jenis ikan hias air tawar. Ingin juga sih, punya akuarium berisi komunitas laut yang kelihatannya lebih indah, tapi tampaknya saya harus lebih serius mempersiapkan segala sesuatunya yang sepertinya lebih banyak memerlukan biaya. Ah itu sih kapan-kapan, sekarang yang gampang-gampang dulu aja deh. Simak lanjutannya »










Komentar Terakhir