
Lebaran tahun ini—ya, saya tahu cerita tentang lebaran sudah sangat basi—saya habiskan di kampung halaman, Tasikmalaya. Hari pertama, saya berziarah ke makam leluhur keluarga istri di Singaparna. Hari kedua, saya sungkem ke nenek dari pihak ayah di Kiarajangkung. Hari ketiga, seharusnya saya pergi berkumpul dengan keluarga ibu di Cijulang, Ciamis, tetapi Akmal dan Faiq panas tinggi sehingga acara hari itu, dan sehari berikutnya menjadi batal.
Sudah menjadi kerutinan, anggota keluarga kami berkumpul di momen lebaran. Keluarga besar ayah (keturunan neneknya ayah), misalnya, selalu mengadakan pertemuan besar setiap dua tahun sekali, pada hari kedua lebaran. Menurut catatan, lebaran tahun ini dihadiri oleh sekitar 250 orang dari lebih 400 keturunan yang tercatat.
Berkumpulnya saudara dalam jumlah yang besar lantas memunculkan keinginan untuk mencatat sebuah silsilah—semacam pohon keluarga—dengan lebih teratur dan canggih. Beberapa tahun lalu sempat pula dibuat sebuah buku silsilah keluarga, tetapi masih sangat sederhana. Buku ini pun jelas perlu dimutakhirkan dan penyusunannya memerlukan sumber daya dan dana yang tidak sedikit.
Bagaimana dengan perangkat lunak dan Internet? Ide yang bagus. Untuk perangkat lunak, dari beberapa yang saya coba, saya mencatat GenoPro adalah yang dapat memenuhi kebutuhan, dan menyediakan versi yang dapat diunduh dan digunakan cuma-cuma. Layanan genealogi secara online dapat pula diperoleh di beberapa situs seperti Genealogy.com, Ancestry.com, dan RootsWeb.com. Di sana dimungkinkan pula koneksi otomatis dengan pohon keluarga lain, jika ada.
Satu-satunya yang menjadi masalah adalah budaya keluarga saya—berasal dari suku Sunda—yang tidak biasa memberikan nama keluarga pada nama anak-anaknya. Hal ini terasa ketika saya ingin membuat berkas laporan untuk dicetak atau ditampilkan di halaman web. Nama-nama anggota keluarga biasanya dikelompokkan menurut nama keluarganya dan tentu saja pengelompokan seperti ini menjadi aneh karena di keluarga kami, tidak ada satu pun anggota yang memiliki nama belakang yang sama. :)
Namun, bagaimanapun, pencatatan pohon keluarga dengan perangkat lunak maupun genealogi online tentu akan lebih mudah dibandingkan dengan pencatatan manual.
Tags: keluarga, personal, silsilah
Entri yang Mungkin Terkait
- Silsilah Keluarga: Desain Ulang
- Silsilah Keluarga
- ZOOOF: Jejaring Keluarga Online
- Pohon Tumbang di Mampang
- Sudoku
Komentar. Silakan berikan komentar Anda. Beberapa tag HTML diperbolehkan. Anda juga dapat mendaftar di Gravatar untuk menampilkan foto Anda.
-
Ping balik from priatna.or.id » Blog Archive » Silsilah Keluarga on 13 Maret 2006 at 02:16
-
kang eka, segalanya menarik disini
Aku jadi kepengen berguru sama kang eka
Boleh kang aku maen ke tempat kang eka??hormat selalu
athar
-
Trim’s atas infonya, Aku membutuhkan sofware pembuatan silsilah keluarga, tetapi yang dapat di eksport dalam bentuk JPEG atau BMEP gitu. Biar bisa dicetak. Mohon infonya.
Trimakasih sebelumnya.









5 comments
Comments feed for this article
Trackback link: http://priatna.or.id/2005/11/30/lebaran-dan-pohon-keluarga/trackback/