Di depan Wisma Yakyf, Warung Buncit, Jakarta Selatan, air sudah setinggi pinggang. Genangan air benar-benar sudah menutupi seluruh ruas jalan sepanjang kurang-lebih 50 meter. Pengendara dari arah mana pun terpaksa harus berbalik arah jika tak ingin kendaraannya bermasalah. Tapi kalau mau nekat (dengan risiko mesin mati dan disoraki penonton) sih boleh saja.

Bagi pejalan kaki atau pengendara motor yang ingin menyeberang juga, warga setempat menyediakan “angkutan” berupa gerobak yang didorong beramai-ramai. Tarifnya cuma 5000 rupiah sekali menyeberang (atau gratis kalau ternyata terguling di perjalanan).
Ketika melihat sepeda motor diseberangkan dengan si pemilik bertengger di atasnya, saya malah membayangkan kesenian tradisional sisingaan dari Subang. Tinggal ditambahi bunyi gendang dan seruling.

Foto-foto: Hariyadi Suroso (2007)
Tags: banjir, jakarta, peristiwa
Entri yang Mungkin Terkait
Komentar. Silakan berikan komentar Anda. Beberapa tag HTML diperbolehkan. Anda juga dapat mendaftar di Gravatar untuk menampilkan foto Anda.









No comments
Comments feed for this article
Trackback link: http://priatna.or.id/2007/02/02/banjir-membawa-berkah/trackback/