Mengunjungi Taman Safari Indonesia

Liburan hari Kamis yang lalu, kami sekeluarga—untuk pertama kalinya—mengunjungi Taman Safari Indonesia di Cisarua, Bogor. Kami tahu, biasanya di saat liburan seperti ini, jalanan akan macet. Jadi, ketika kendaraan mulai merayap selepas gerbang tol Ciawi, kami sudah tidak kaget.

Kami berbelok meninggalkan jalan utama dan menyusuri jalan kecil menuju lokasi Taman Safari. Terlihat banyak sekali penjual wortel di sepanjang jalan. Istri saya sempat berkomentar heran, “Kok, tumben wortelnya kecil-kecil, jelek lagi. Biasanya wortel di daerah sini kan bagus-bagus, besar.”

Saya hanya menimpali, “Lagi jelek musimnya, kali.”

Halooo jerapaaaaah!

Saat mengantre di gerbang masuk Taman Safari, Akmal dan Faiq meloncat girang, “Ada gajaaaah. Ada gajaaaah!” Haha. Itulah kali pertama mereka melihat gajah secara langsung. Saya sudah bisa membayangkan, bagaimana reaksi mereka jika sudah masuk dan bertemu dengan binatang lain yang biasanya hanya mereka lihat di televisi atau gambar.

Benar saja, sepanjang tur di Taman Safari ini, mereka terus-menerus “ribut”, tunjuk sana, tunjuk sini.

“Ada kuda zebra!” seru Akmal.

“Wah, kuda nil lagi berendam!” Faiq ribut.

“Ada llama temennya Diego!”

“Burung untaaaa!”

“Singaaaa, itu singaaaa. Waah, singanya bobo di jalaaaan.”

“Itu ada jerapah! Halooo jerapaaah!”

Antelop makan wortel

Heboh banget. :) Apalagi saat beberapa antelop dan zebra mulai mendekati mobil dan mendengus-denguskan hidungnya ke kaca jendela. Pengunjung di mobil lain malah mengeluarkan beberapa wortel yang langsung terlahap habis. Saya dan istri saling pandang lalu tertawa geli, “Oooh, wortel yang dijual tadi itu buat ngasih makan hewan, ya.”

Sebenarnya saat masuk tadi, ada tulisan tentang larangan memberi makan satwa, tetapi kelihatannya para petugas pun membiarkan aksi ini. Mungkin selama makanannya memang benar, seperti wortel, ya tidak apa-apa. Saya sih belum melihat ada pengunjung yang mencoba memberi makan satwa dengan roti, ciki, atau masakan padang. Jadi, ya tak ada masalah.

Perahu luncur

Di sana, kami juga mencoba beberapa permainan. Saya, Umi, dan Akmal mencoba perahu luncur (saya lupa permainan ini di sana diberi nama apa): kami bertiga menaiki satu perahu di atas parit buatan, mengikuti aliran air, dan beberapa saat kemudian perahu menanjak perlahan, lalu meluncur turun secara tiba-tiba. Dua kali. Yang kedua malah lebih tinggi. Tidak sampai 30 meter seperti Niagaragara di Dufan sih, tapi cukup bikin mencelos. Muka Akmal pucat pasi. “Gak mauuuuu”, teriaknya waktu saya berpura-pura mengajaknya mencoba lagi.

Kami juga mengunjungi pertunjukan The Wild Wild West. Ini adalah pertunjukan drama komedi-aksi yang mengisahkan cerita klasik tentang bentrokan antara para Indian dan koboy jahat. Tidak hanya para aktor dan aktris yang terlibat, tetapi juga para satwa dari mulai tikus putih, kambing, ayam, anjing, dan tentu saja kuda. Pengunjung yang datang hampir memenuhi tempat duduk yang tersedia.

Drama koboy ini disajikan dengan interaktif. Akmal dan Faiq selalu berteriak “Whoooaaaa!” setiap kali terjadi ledakan yang diikuti semburan api, dan bertepuk tangan saat sang jagoan menghajar bandit. Pertunjukan yang hebat. Sampai sekarang, Akmal dan Faiq masih sibuk menirukan adegan komikal sang koboy bandit saat beradu bedil dengan jagoan yang dipanggil Sheriff.

Suasana perkampungan koboy

Sayangnya tata suara tidak begitu sempurna sehingga kami tidak terlalu bisa mendengar dialog para pemainnya. Tapi tidak begitu masalah juga sih buat saya, karena kadang-kadang terjadi dialog yang bikin merah telinga para orangtua, seperti, “Mampus kauuuuu!” sampai-sampai Umi beberapa kali harus mengingatkan anak-anak, “Jangan ditiru yaaa, itu nggak baik.”

Tetapi sepertinya, yang paling berkesan buat anak-anak adalah pertunjukan singa laut. Ada dua ekor singa laut terlatih yang ditampilkan, salah satunya dipanggil Sarmila yang menjadi bintang hari itu. Mereka berenang, meliuk-liuk di dalam air, dan meloncat tinggi di permukaan.

Pertunjukan singa laut

Sarmila juga sukses menjawab pertanyaan hitungan. “Wah, singa laut kok bisa ngitung, ya?” Akmal keheranan. Faiq tergelak ketika Sarmila tiba-tiba meluncur ke salah satu sudut, menutup kain gorden setinggi setengah badannya, berdiri tegak membelakangi penonton sambil menyalakan air pancur. Narator berkomentar, “Wah, maaf ya adik-adik, Sarmila kebelet pengen pipis. Untung deket ke toilet, ya.”

Wah, ini bisa jadi senjata andalan nih, “Faiq, Sarmila aja kalau pipis ke toilet, masa Faiq ngompol sih?”

Kami pulang saat hari sudah hampir sore. Mungkin karena letih, anak-anak tertidur di perjalanan. Tapi saya tahu, hati mereka senang.

Eh iya, si bungsu Iksir tidak ikut? Tentu saja ikut, tapi dia lebih sering tertidur di gendongan Umi.

Image Hosted by ImageShack.us

Tags: , , ,

Entri yang Mungkin Terkait

Komentar. Silakan berikan komentar Anda. Beberapa tag HTML diperbolehkan. Anda juga dapat mendaftar di Gravatar untuk menampilkan foto Anda.

  1. boaz’s avatar

    halo mas Priatna… salam kenal… baru cari” blog ttg Taman Safari… karena bulan depan mau kesana… dan ternyata nemu blog Anda…

    ^_^

  2. eka’s avatar

    Salam kenal juga, boaz.

    Meskipun beberapa fasilitas tampak tidak begitu terurus, Taman Safari memang masih menarik untuk dikunjungi, Mas. Kapan-kapan saya juga pengen ikut Safari Malam. Atau mungkin outbond-nya. :)

  3. meri’s avatar

    sdh lama gak ke safari…tiketnya sekarang berapa ya…thanks

  4. teguh prayietno’s avatar

    alowww semuanya salam kenal ya buwat semuanya,
    aku mau informasi tentang taman safari N villa yg di sekitar taman safari…
    klo ada yg tau e-mail ( boengsoe@lge.com )ke aku dong…. coz aku N rombongan mau ngabisain liburan tahun baru N natal di taman safari….

  5. eka’s avatar

    Terakhir saya ke sana, harga tiket 35 ribu rupiah, untuk anak balita 20 ribu rupiah, dan untuk kendaraan roda empat 15 ribu rupiah.

    Baru saja saya cek di situsnya, sekarang harga tiket 50 ribu rupiah dan untuk anak balita 40 ribu rupiah. Whew, makin mahal aja.

  6. Talitha’s avatar

    terakhir aku ke taman safari dua minggu yang lalu tiketnya sekarang memang sudah naik, asyiik banget kalau kita mengunjungi taman safari rasanya waktu cepat sekali. tapi sayang aku kurang begitu puas dengan koleksi binatang yang ada di sana kalu aku pikir sih masih belum lengkap padahal tadinya aku pikir di taman safari aku bisa melihat cayote, srigala atau hayna tapi koq ga ada ya… apa mungkin binatang seperti diatas itu lebih berbahaya atau lebih buas sehingga tidak bisa di lepas bebas seperti binatang lain yang aku lihat berkeliaran bebas di taman safari?

  7. dewi widya’s avatar

    Kami sekeluarga juga baru saja berkunjung ke taman safari…..sama dengan istri mas…kami sempat terheran2 dgn banyaknya penjual wortel (dgn wortelnya yang kurus2)…….baru tau pas sampai di dalam…..oh wortelnya buat binatang toh…..hmm aneh juga yaaks ..coz ada banyak papan bertuliskan “DON’T FEED THE ANIMAL”…….terus selain wortel mereka juga banyak yang kasih roti….ckckckc kami cuma bisa geleng2 kepala…..kalau binatangnya pada sakit perut …..hayo! siapa yang tanggung jawab.

  8. ria’s avatar

    saya baru saja pergi ke taman safari, saya juga heran ternyata disepanjang jalan menuju taman safari di cibeureum banyak orang berjualan wortel yang sangat bersih, dan saya kagum dengan pemandu wisata yang ada di dalam bis mereka sangat menyenangkan dan menarik, apalagi dengan supir-supirnya yang sangat ramah dan baik.

  9. Ben-Q’s avatar

    i’ve never heard about safari park??? where is it??? is it good for us to spend our holiday with my family??? please answer my question

  10. ash’s avatar

    Not sure where you are nor where you’re from Ben-Q. But This safari Park they’re talkin about is located in Cisarua-Bogor, Indonesia. Last time I heard this place has been renovated and I planned to see the new place hopefully this week. ^-^ And I believe every safari park is the right place to spend a holiday with family. =)
    Hope tat helps!

  11. ummi fiya’s avatar

    Ass. Salam kenal untuk pak eka dan keluarga

    Saya dan keluarga ada rencana ke taman safari bogor. Bisa bantu rute kendaraan umum, kalau dariterminal baranangsiang bogor naik apa?maklum kita belum punya kendaraan pribadi. Terima kasih

  12. Adi Surabaya’s avatar

    Mas Priatna kali-kali liat dong yang ada di JawaTimur yaitu Taman Safari indonesia II Prigen Pasuruan, tidak kalah lho ma yang dibogor.

  13. salma’s avatar

    wah..kyknya asyik bgt ya…rencana mang mw k sna sih,tp dgr2 ktnya akhir mggu ini macet total,tahun lalu ga jd soalnya anakku masih 2 thn,rugi tkt blm ngerti…tq ya atas infonya,lam knal buat istrimu…salam

  14. sofwan abdillah’s avatar

    wah..asik ngajak anak jalan2 kasana..blm pernah niy, soalnya anakku br 3 thn, n kt dr cirebon. lumayan jauh lah bwt seumuran anakku…tar deh..mo cari sponsor dulu


Fatal error: Allowed memory size of 33554432 bytes exhausted (tried to allocate 122880 bytes) in /home/priarid1/public_html/wp-content/plugins/SK2/sk2_plugins/sk2_snowball_plugin.php on line 114