Antasari adalah jaksa yang kontroversial, saya tahu. Ia tidak akan sehebat Amien Sunaryadi, Wakil Ketua KPK sekarang, yang gagal menjadi pemimpin KPK untuk kedua kalinya. Kalau saya memilih Amien, itu namanya saya menghancurkan cita-cita partai untuk merebut kekuasaan. Amien pasti lebih gesit dalam memberantas korupsi. Lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat cipratan nilai, bisa naik angkanya dalam survei. Meski angka survei itu bisa dikotak-katik, opini survei masih dipercaya banyak orang. Sulit mengalahkan SBY pada pemilu nanti jika ia masih tetap populer. Jadi, memakai kata-kata pendukung sepak bola, “SBY harus dibuat keok sebelum bertanding.” — Redaktur Koran Tempo Putu Setia berandai-andai menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dalam tulisan berjudul Antasari. Tulisan ini dimuat dalam Koran Tempo Edisi Minggu, 9 Desember 2007.
Tags: korupsi, kutipan, politik
Entri yang Mungkin Terkait
- Mengapa Memilih Koran Tempo?
- Anagram dan Palindrom
- DAD Deutscher Adressdienst GmbH: Daftar Internet Indonesia?
- Harry Potter and the Half-Blood Prince
- Bush dan APE(C)
Komentar. Silakan berikan komentar Anda. Beberapa tag HTML diperbolehkan. Anda juga dapat mendaftar di Gravatar untuk menampilkan foto Anda.









1 comment
Comments feed for this article
Trackback link: http://priatna.or.id/2007/12/14/antasari/trackback/