Banyak kasus, termasuk beberapa kasus yang sedang ramai akhir-akhir ini, bermuara pada satu hal: pemberitaan yang berimbang dan prinsip check and recheck dari para penyampai berita, baik itu wartawan konvensional, maupun penulis blog.
Saya jadi teringat cerita seorang kepala desa di wilayah Cimahi, Bandung. Warga kelurahan yang dia pimpin mendapat bantuan gratis tabung LPG 3 kg dari pemerintah. Karena warga yang mendapat bantuan lumayan banyak, hari itu dia menerima 3 truk penuh berisi tabung gas.
Bagaimana tabung-tabung ini bisa dibagikan ke warga dengan cepat? Pak Lurah lalu memanggil para ketua RW untuk bermusyawarah mencari solusi. Akhirnya mereka bersepakat menyewa kendaraan untuk mengangkut tabung gas dari kantor kelurahan ke wilayah RW masing-masing. Ongkos sewa akan dikumpulkan dari warga. “Asal disamakan saja untuk setiap RW, dan jangan terlalu besar,” pesan Pak Lurah.
Esoknya, ada berita di koran, “Lurah mengutip uang 3000 rupiah per warga untuk tabung gas.”
Tags: berita
Entri yang Mungkin Terkait
- Banjir! Macet!
- Silsilah Keluarga
- Detikcom Tidak Peka
- Keramik dan Ucapan Terima Kasih
- Penipuan Lewat SMS
Komentar. Silakan berikan komentar Anda. Beberapa tag HTML diperbolehkan. Anda juga dapat mendaftar di Gravatar untuk menampilkan foto Anda.
-
memang kang, tapi mau gimana? Yang bikin berita kan juga media, media kan harus memihak, nah, konter media yang bisa menjadi penyeimbang ini sampai sekarang belum ada, walaupun ada juga belum bisa benar² menyeimbangkan, karena memang kebutuhan konsumen adalah berita² yang menarik, bukan yang sebenarnya…
Ruwet emang kang, makanya saya jadi jarang nonton tipi :)
Salam…









2 comments
Comments feed for this article
Trackback link: http://priatna.or.id/2008/04/05/pemberitaan-berimbang/trackback/