matematika

You are currently browsing articles tagged matematika.

Image taken from gettyimages.com

Bagaimana Anda melafalkan bilangan desimal ini: 1,23. Apakah satu koma dua tiga ataukah satu koma dua puluh tiga?

Telinga saya sering kali terganggu jika ada—terutama pembaca berita di televisi—yang melafalkan bilangan desimal dengan cara kedua. Bilangan desimal 1,23 seharusnya dibaca satu koma dua tiga bukannya satu koma dua puluh tiga. Tidak ada puluhan atau belasan atau ratusan atau jutaan dan seterusnya, di bagian desimal sebuah bilangan.

Anda harus membaca dua belas koma satu dua (bukan dua belas koma dua belas) untuk bilangan desimal 12,12. Bilangan desimal 3,123 harus dibaca tiga koma satu dua tiga dan bukan tiga koma seratus dua puluh tiga.

Itu pelafalan yang benar dan logis, karena jika Anda konsisten dengan cara pelafalan kedua, maka bilangan desimal 3,3333333 harus Anda baca sebagai tiga koma tiga juta tiga ratus tiga puluh tiga ribu tiga ratus tiga puluh tiga.

Habis Dibagi

Habis dibagi?

Sebuah percakapan “filosofis” terjadi pada suatu hari:

“Di antara bilangan 1 sampai 11, bilangan mana sajakah yang habis dibagi 2?”

“2, 4, 6, 8, dan 10.”

“Bilangan lainnya gak habis dibagi 2 ya?”

“Ya nggak lah.”

“Menurutku sih semuanya habis dibagi 2.”

“Oh ya? Terus, bagaimana 5 bisa habis dibagi 2?”

“Dua setengah dan dua setengah.” Simak lanjutannya »

Cokelat Gratis!

Cokelat Gratis

Sebuah perusahaan cokelat mencoba meraih lebih banyak pelanggan dengan mengadakan promosi cokelat gratis. Tapi tentu saja cokelat gratis ini tidak benar-benar gratis karena kita baru berhak atas sebungkus cokelat cuma-cuma dengan cara menukarkan tiga bungkus kosong cokelat yang sama.

Untung saja, Pak Gendut senang mengumpulkan bungkus coklat ini karena warnanya yang unik. Setelah dihitung, ternyata dia memiliki 29 bungkus kosong di rumahnya. Nah, berapa bungkus cokelat gratis ya, yang bisa didapat Pak Gendut? Simak lanjutannya »

Rubik

Rubik

Kubus rubik (biasa disebut rubik saja) adalah sebuah kubus mekanis yang keenam sisinya terdiri dari 9 kotak kecil. Pada setiap sisinya, kesembilan kotak kecil tersebut diberi warna yang sama sehingga pada setiap rubik ada enam warna yang berbeda. Setiap kotak kecil—kecuali kotak di bagian tengah—bisa diputar dan dipindah-pindahkan posisinya. Pemain akan berusaha mengatur posisi warna-warna di rubik sehingga kembali ke posisi semula, yaitu posisi di mana setiap sisi pada kubus tersebut memiliki warna yang sama.

Permainan ini ditemukan oleh Ern? Rubik, seorang pemahat dan arsitek asal Hungaria, pada tahun 1974. Dibutuhkan waktu beberapa tahun sebelum akhirnya demam rubik melanda seluruh dunia di tahun 1980. Awalnya rubik dibuat dengan ukuran 3x3x3. Namun pada perkembangannya, rubik dibuat dengan ukuran 2x2x2, 4x4x4, 5x5x5, bahkan ada yang berbentuk piramid! Simak lanjutannya »

« Older entries § Newer entries »