televisi

You are currently browsing articles tagged televisi.

“Masyarakat kita tidak seedukatif itu untuk bisa menerima tayangan seperti itu.” — Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil tentang Republik Mimpi yang dikemas di dalam acara newsdotcom, MetroTV. [detik]

2 March 2007 | 1 comment

Indonesian Idol

Kontes tarik suara yang disiarkan RCTI, Indonesian Idol 2, sudah sampai pada tahap dua besar. Dua finalis yang lolos dengan memperoleh paling banyak dukungan SMS, Judika dan Mike, akan berhadapan dalam babak Grand Final yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 6 Agustus 2005.

Saya beranggapan, secara keseluruhan, kualitas peserta Indonesian Idol 1 lebih baik dibandingkan dengan peserta Indonesian Idol kali ini. Namun pada posisi tiga besar, Indonesian Idol 2 menampilkan kualitas finalis yang lebih baik. Ini mungkin disebabkan oleh pemilih yang lebih rasional mendasarkan pilihan mereka pada kualitas vokal dan penampilan para finalis di panggung, tidak semata-mata pada penampilan fisiknya.

Nah, siapa yang akan Anda dukung?

Sinteron Indonesia Menjiplak

Kebanyakan sinetron Indonesia memang menyedihkan. Ceritanya itu-itu saja: orang kaya yang marah-marah dan peran utama yang melulu tertindas. Semua karakter ditampilkan dengan hitam dan putih. Tokoh jahat ditampilkan benar-benar jahat seolah-olah tak ada kebaikan sedikit pun di dalam dirinya. Sementara tokoh baik ditampilkan bak malaikat seolah-olah tak ada sedikit pun keburukan pada dirinya. Tentu saja ini tidak manusiawi karena manusia hidup di daerah abu-abu.

Pun, sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa sinetron kita ini banyak yang merupakan hasil sontekan dari sinetron luar, biasanya dari Hongkong, Jepang, atau Korea. Ketika dikonfirmasi, para produser atau sutradara biasanya mengelak dengan mengatakan, “Ini bukan menyontek, tetapi terinspirasi saja.” Yeah, right. Terinspirasi sampai mirip 90%? Yang bener aja. Simak lanjutannya »